Warga Banjarmasin baru-baru ini dihebohkan dengan penerapan tarif di lapangan basket publik yang selama ini digunakan secara gratis. Banyak warga, terutama kalangan pelajar dan pemuda, menyuarakan kekecewaan lantaran fasilitas olahraga yang dibangun dengan dana APBD kini justru berbayar. Mereka menilai kebijakan ini bertentangan dengan semangat pembangunan infrastruktur publik yang seharusnya inklusif dan mudah diakses semua lapisan masyarakat.
Menanggapi protes tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banjarmasin angkat bicara. Menurutnya, penerapan tarif bukan dimaksudkan untuk mengkomersialkan fasilitas umum, melainkan sebagai upaya perawatan dan pemeliharaan berkala agar lapangan tetap layak pakai. “Dana yang terkumpul dari tarif akan dialokasikan kembali untuk perbaikan ringan, penerangan, hingga kebersihan area lapangan,” jelasnya dalam konferensi pers minggu lalu.
Meski begitu, Dispora menjanjikan adanya skema subsidi bagi pelajar dan komunitas lokal yang ingin menggunakan lapangan untuk latihan rutin. Mereka juga membuka ruang dialog dengan perwakilan warga guna menyusun aturan tarif yang adil dan transparan. Respons cepat ini diharapkan dapat meredakan ketegangan sekaligus memastikan fasilitas olahraga tetap menjadi sarana positif bagi generasi muda Banjarmasin.
Sementara itu, bagi Anda yang mencari hiburan setelah lelah berolahraga atau mengikuti isu sosial seperti ini, kunjungi Indobet untuk pengalaman gaming yang seru dan aman.